Ada perasaan mengganjal saat menonton tayangan siaran langsung Rapat Paripurna Pembahasan RAPBN-P 2013 yang menentukan jadi naik atau tidaknya harga bbm tadi malam.
Tema acaranya sih gak begitu menarik karena sudah bisa ditebak ‘ending’nya. Namun yang menarik adalah tingkah polah para anggota dewan (yang katanya) terhormat dan katanya adalah para wakil rakyat. Bagaimana para wakil rakyat yang (katanya) terhormat begitu ketawa-ketawa dan saling bercanda pada saat akan memutuskan nasib rakyat. Mereka saling bersenda gurau pada saat memutuskan kenaikan bbm yang sangat berimbas kepada perekonomian rakyat kecil. Melihat tingkah polah mereka saya jadi ingat pernyataan almarhum Gus Dur. Mereka seolah tidak peduli bagaimana rakyat yang bergejolak bahkan dekat sekali dengan mereka diluar gedung DPR. Tingkah polah mereka yang bercanda seolah ‘menunjukkan’ sikap tidak peduli dengan penderitaan rakyat. Mereka seolah bergembira diatas penderitaan rakyat dan seolah menutup mata, hati, dan telinga mengenai apa yang akan terjadi akibat dampak kenaikan harga bbm.

Belum saja kenaikan bbm ‘diketuk palu’ harga-harga sudah merangkak naik. Seharusnya para ‘wakil rakyat’ ini peduli! Daripada alih-alih saling bercanda pada saat akan memutuskan nasib rakyat!. Nasib rakyat bukan mainan anda yang dengan seenaknya diketawakan dan disepelekan. Melihat hal ini makin menambah kemuakan dan melunturkan kepercayaan saya terhadap para ‘wakil rakyat’.
Sambil berkata dalam hati mungkin ini yang dikatakan pepatah “ibarat menari-nari diatas luka orang lain’.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar