Iseng-iseng saya coba menghitung ‘penghematan’ dari pengurangan subsidi bbm dan berapa yang ‘disalurkan kembali.
Pada acara di ILC beberapa waktu lalu, Wamen ESDM mengatakan konsumsi bbm RI mencapai 65 milyar liter. Jika subsidi bbm dikurangi sehingga bbm naik dari 4.500/ltr menjadi 6.500/ltr berarti ada ‘penghematan’ APBN sebesar 2.000/liter atau total 130 trilyun pertahun.
Katanya, kompensasi kenaikan bbm ini akan disalurkan melalui program BLSM selama 5 bulan sebesar 150 ribu/kepala keluarga perbulan. Jika kita ambil data orang miskin yang tertinggi dari data bank dunia yang mencapai 97,9 juta jiwa => http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/12/06/melmxl-orang-miskin-di-2013-tak-berkurang <= Maka coba kita ulangi lagi pelajaran matematika. Jika memang besaran bantuan BLSM sebesar 150 ribu/bulan, pemerintah 'menyalurkan' bantuan sebesar 14,7 trilyun perbulan atau total 73,4 trilyun selama 5 bulan. Sedangkan disisi lain, 'penghematan' yang diperoleh adalah sebesar 130 trilyun.
Yang jadi pertanyaan adalah KEMANA SISA 56,6 trilyun (pertahun) sisanya “disalurkan” ?. Menurut saya tanyakan saja kepada “rumput yang bergoyang” !.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar